Tabir Kelabu
Aku duduk dengan tangan terlipat. Mataku meraih cahaya lampu kamar yang redup dan akan padam sewaktu-waktu tanpa kusadari. saat ini aku tengah sibuk, duduk melantai sembari merangkul beban dari tanggung jawab kehidupan yang terus datang. Namun, diriku cukup apatis tentang masyarakat, apalagi kalau kekacauan ini semua mengharuskan ku untuk bergerak lebih jauh dari pada ini. Aku seorang konservatif, tidak mempunyai pandang lebih terhadap dunia modern. setiap hari yang aku jalani terus kuhadapi dengan amarah dan benci, alasannya sepele tapi cukup merubah pandangan hidupku selama ini. Alasannya adalah karena dunia ini sangat rapuh, bahkan tidak ada kejelasan untuk berjuang kepada sesuatu yang bisa dihiraukan arti pentingnya, maka aku harus berhati keras kepada sesuatu yang remeh namun bernilai dimata seseorang, kecuali kepada sesuatu yang ada dan bahkan sudah sepatutnya ada di kehidupan ini yakni ilmu, aku harus berhati lembut dan bermanja-manja dengannya. mataku sudah tidak mampu lag...